Showing posts with label indonesia bagus. Show all posts
Showing posts with label indonesia bagus. Show all posts

Thursday, June 17, 2010

Telkomsel: Bangun Negeri dengan Inovasi Tiada Henti

  Globalisasi menandai dimulainya dunia tanpa batas dan masa kelahiran berbagai teknologi super canggih yang dapat memudahakan berbagai kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang menjadi kebutuhan manusia adalah komunikasi. Sebagai makhluk sosial, komunikasi diperlukan oleh manusia untuk berbagi informasi dengan manusia lainnya, bersilaturahmi dengan kerabat ataupun menjalin hubungan bisnis dengan pelanggan. Namun saat ini kebutuhan akan komunikasi tidak hanya terbatas sampai level tersebut. Komunikasi kini dituntut untuk lebih variatif, cepat dan dapat semakin mudah dilakukan oleh manusia. Kenyataan inilah yang kemudian memotivasi munculnya kebutuhan akan akselerasi kemajuan dalam bidang Information and Communication Technology (ICT). Bentuk dari ICT adalah internet, telepon selular yang merupakan hasil inovasi dari pendahulunya seperti telepon kabel, pager. Berbagai bentuk inovasi komunikasi tersebut menjadikan komunikasi kini menjadi begitu mudah. Proses transfer informasi juga semakin mudah dan cepat dimana hanya dalam hitungan detik, suatu berita dapat tersebar ke seluruh dunia.
  Bagi suatu Negara, kemajuan ICT menjadi suatu indikator kemajuan. Negara yang maju tentu memiliki ICT yang canggih dan sarat inovasi. Mengapa demikian? karena zaman ini adalah zaman dimana informasi memegang peranan sangat penting bagi tumbuh kembangnya suatu organisasi (negara maupun perusahaan). Organisasi yang kaya informasi tentu akan lebih unggul dibanding yang miskin informasi. Mereka akan dapat menganalisis lingkungan persaingan mereka dan mengungguli pesaing-pesaingnya. Dengan ICT yang canggih sebagai medianya, tentu suatu organisasi dapat dengan mudah memperkaya informasi mereka. Negara pun demikian, secara umum, dengan banyaknya informasi yang dimilki maka suatu negara dapat menganalisis lingkungannya dengan baik dan secara khusus, ICT yang canggih dapat meningkatkan daya saing masyarakatnya sehingga menciptakan suatu iklim kompetitif dalam negara tersebut.
Indonesia sebagai negara berkembang yang terus berupaya menjadi negara maju berupaya untuk meningkatkan kualitas masyarakatnya melalui ICT. Bak gayung bersambut, masyarakat indonesia juga sangat antusias dengan keberadaan ICT ini. Hal ini tampak dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan telepon selular (ponsel) dan internet. Saat ini tua atau muda, miskin atau kaya, di desa maupun di kota semuanya menggunakan ponsel dan membutuhkan internet, alasannya hanya satu yaitu untuk kemudahan berkomunikasi dan mendapat informasi. Menyambut antusiasme masyarakat tersebut, perusahaan-perusahaan di bidang ICT pun berlomba-lomba untuk mencuri perhatian masyarakat Indonesia dengan menawarkan berbagai inovasi.
  Adalah Telkomsel, mobile service provider terdepan di Indonesia yang telah berhasil menggebrak industri komunikasi Indonesia dengan inovasi-inovasi canggihnya. Perusahaan ini bergerak di ranah Global System for Mobile Communication (GSM) dan merupakan induk dari kartu prabayar simPATI dan Kartu As, serta kartu pasca bayar kartu HALO serta layanan internet Flash. Jaringannya paling luas dibanding semua penyelenggara selular di Indonesia yang mencakup seluruh propinsi hingga kecamatan di Pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Teknologi yang digunakan Telkomsel meliputi GSM Dual Band (900 & 1800), GPRS, Wi Fi, EDGE, 3G, dan 3.5G (HSDPA) yang dapat membuat pelanggannya seakan menjelajahi dunia tanpa batas. Pada tahun 2009 jumlah pelanggan perusahaan yang memiliki call completion rate sebesar 98,66% ini berjumlah sebanyak 82 juta dan menargetkan pada akhir 2010 nanti naik menjadi 100 juta.


                                                Gambar 1. Logo Telkomsel

  Telkomsel berdiri sejak tahun 26 Mei 1995 dan telah terbukti berhasil menjaga pelanggan setianya dengan menawarkan berbagai kemudahan yang dimikinya. Menjaga pelanggan dan menarik pelanggan baru tentu bukan hal yang mudah apalagi pesaing Telkomsel tidak hanya berasal dari sesama operator GSM tetapi juga dari operator CDMA dan teknologi substitusi seperti WiFi dan Wi Max. Namun, sebagai perusahaan yang menyadari tantangan kompetisi global, Telkomsel pun menjaga mereka dengan tak hentinya memberikan inovasi. Telkomsel gencar membuat berbagai terobosan baru yang memberikan nilai jual tinggi dan tentunya memberikan banyak manfaat bagi pelanggannya.
  Sebagai bentuk penyesuaian inovasi dengan kebutuhan masyarakat saat ini, Telkomsel berupaya memadukan teknologi ponsel dengan gaya hidup masyarakat modern. Upaya ini dilakukan dengan cara mengubah dominasi layanan yang awalnya hanya berupa basic service dan promo 3G menuju mobile lifestyle dan new bussiness. Bentuk dari layanan ini berupa 3G, Flash, mobile banking, mobile wallet T-Cash, BlackBerry, iPhone, nada sambung pribadi (NSP) dan ribuan konten yang disesuaikan dengan gaya hidup masyarakat. Di layanan BlackBerry, Telkomsel merupakan operator pertama yang memungkinkan pelanggannya melakukan aktivasi lewat SMS. Terobosan ini menghasilkan pertumbuhan pelanggan BlackBerry Telkomsel tertinggi di Asia Pasifik.
  Telkomsel dikenal mampu membaca lingkungannya dan banyak membuat berbagai inovasi yang menjadikannya tetap survive hingga saat ini. Siapa yang tak kenal teknologi canggih 3G? Teknologi canggih ini pertama kali diluncurkan di Indonesia oleh Telkomsel pada September 2006. Saat ini masyarakat dapat merasakan manfaatnya yang begitu besar untuk mengakses data berkecepatan tinggi, melakukan video call, videostreaming, dll
  Inovasi selanjutnya adalah, peluncuran layanan mobile broadband Telkomsel Flash yang berbasis teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) dengan kecepatan akses data 7,2 Mbps. Proyek inovasi ini kemudian semakin dipercanggih lagi dengan proyek Telkomsel Next Generation Flash berupa teknologi High Speed Packet Access Plus (HSPA+) dengan kecepatan akses hingga 21 Mbps.

                                             Gambar 2. Layanan Internet Telkomsel

  Tak berhenti di situ, inovasi Telkomsel selanjutnya adalah Long Term Evolution (LTE). Teknologi yang menerapkan jaringan 4G ini merupakan teknologi pertama di Indonesia. Teknologi ini direncanakan akan efektif sekitar tahun 2011 dan diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi yang cukup signifikan.
  Berbagai inovasi tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak baik dalam skala nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, Telkomsel secara berturut-turut juga berhasil mempertahankan Diamond Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) selama 10 tahun berturut-turut, Platinum Indonesia Best Brand Award (IBBA) selama 7 tahun, Best Overall Operator Selular Award selama 6 tahun, Exceptional Service Quality Award (SQA) selama 4 tahun, simPATI sebagai kartu prabayar GSM isi ulang pertama di Asia yang menawarkan solusi lengkap layanan bagi para pengguna ponsel juga dinobatkan sebagai The Greatest Brand of the Decade versi Editor’s Choice dan Netizen’s Choice dengan jumlah pelanggan simPATI yang kini mencapai lebih dari 59 juta pelanggan dan Best Call Center Award selama 4 tahun. Bahkan di tingkat internasional, Telkomsel menjadi satu-satunya operator di Asia yang mampu mempertahankan gelar “Operator of The Year” selama 4 tahun berturut-turut di ajang Asian Mobile News Award. Serta penghargaan lainnya yang membanggakan.
  Berbagai predikat dan apresiasi ini menjadikan Telkomsel sebagai service leader pasar selular di Indonesia. Publik menilai bahwa tingginya kepercayaan para pengguna ponsel di Indonesia terhadap layanan Telkomsel disebabkan kemampuan Telkomsel dalam memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok masyarakat pengguna jasa selular yaitu, jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, inovasi produk, pelayanan pelanggan berstandar ISO, dan tarif yang semakin murah dan terjangkau.
  Tak hanya berorientasi bisnis, Telkomsel juga berupaya untuk mengabdi dan membangun negeri melalui berbagai inovasi telekomunikasinya. Tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke tanpa terkecuali dapat terhubung satu sama lain dengan kemudahan telekomunikasi. Upaya ini terealisasi dengan dijalankannya program inovasi Universal Service Obligation (USO) yang bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun 25.000 desa terpencil. Program ini terdiri dari Desa Berdering, Desa Punya Internet (Desa Pinter) dan Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Perdesaan (Pusyantip). Desa Berdering memudahkan masyarakat desa dalam berkomunikasi dan Desa Pinter dapat menghilangkan kesenjangan informasi antara penduduk desa dan kota melalui akses internet. Sedangkan Pusyantip berasosiasi dengan Portal Lumbung Desa bertujuan untuk membantu memajukan perekonomian daerah dengan membuat sistem komunikasi yang terintegrasi. Seluruh nomor fixed wireless telephone (FWT) yang telah dipasang di desa USO dapat digunakan untuk berbagi informasi lewat pesan singkat atau SMS. Misalnya ketika ada informasi terbaru mengenai masalah pertanian atau masalah desa lainnya, informasi tersebut dapat langsung diteruskan ke Portal Lumbung Desa dan website internet sehingga dapat cepat tersebar dan bisa ditindaklanjuti.
  Selain USO, Telkomsel juga mengembangkan program Telkomsel Merah Putih (MEnembus daeRAH Pedesaan, indUstri TerpencIl dan baHari). Program ini berbasiskan BTS Pico via VSAT-IP (Internet Protocol) yang merupakan hasil inovasi anak bangsa dengan konsep Remote Solution System. Teknologi ini adalah yang pertama di dunia dan dapat menjadi solusi untuk kemudahan komunikasi bagi daerah-daerah terpencil di negara kepulauan seperti Indonesia.
  Tak hanya itu, Telkomsel juga memberi perhatian pada beberapa wilayah Indonesia yang masih kesusahan listrik dengan cara menjalankan sebanyak 132 BTS Go Green dengan memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan seperti solar cell, micro hydro dan wind turbin. Dengan inovasi komunikasi masuk desa ini, layanan Telkomsel dapat menjangkau hampir 100 persen wilayah Indonesia.
  Di ulang tahunnya yang ke 15 ini, Telkomsel mengambil tema "Inovasi untuk Negeri" dengan harapan berbagai inovasi teknologi komunikasi dan informasi Telkomsel selama ini dan yang akan datang dapat menjadi sebuah bentuk sumbangsih dalam membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan memiliki akses komunikasi dan informasi yang canggih. Tidak ada lagi wilayah yang terisolir, semua deretan kepulauan indonesia dapat benar-benar menjadi sebuah untaian ratna mutu manikam yang terhubung utuh satu sama lain. Maju terus Telkomsel! teruslah berinovasi bagi kemajuan bangsa dan negara.

References:
www.telkomsel.com
www.borneotribunew.com
www.riaubisnis.com
www.kepriterkini.com
www.beritamusi.com
www.inilah.com
www.inilah.com
www.suarasurabaya.net
www.jembelisme.com

Sunday, May 30, 2010

Aku Tidak Pernah Malu Menjadi Orang Indonesia

Indonesia tanah air beta..
Pusaka abadi nan jaya..
Indonesia sejak dulu kala
tetap di puja puja bangsa..
Disana tempat lahir beta..
Dibuai dibesarkan bunda..
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata..

Bukan lagi hal yang aneh ketika kita bicara mengenai Indonesia pasti tak lepas dari status jawara korupsi, jawara tingkat kriminalitas, jawara tingkat pelanggaran HAKI,..apa lagi?semoga tidak ada status buruk baru yang disandangkan lagi pada Indonesia. Namun dibalik itu semua, tahukah kalian bahwa ada “harta karun terpendam” yang begitu berharga dan belum terungkap di bumi Indonesia ini.

Indonesia adalah negeri yang sangat hebat. Tentu beberapa dari kalian mungkin sudah bosan dengan pernyataan ini. Tapi ini kenyataan lho, lihat saja satu-persatu bukti kehebatan Indonesia ini:

  • Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia
Indonesia terdiri dari 17.504 pulau dimana 9.634 pulau diantaranya belum memiliki nama dan 6.000 pulau diantaranya merupakan pulau yang tidak dihuni manusia. Banyaknya pulau yang ada di Indonesia tapi tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik menyebabkan pulau-pulau di Indonesia diklaim oleh Negara lain.

  • Tiga pulau di Indonesia termasuk dalam 10 pulau terbesar di dunia
Pulau Irian Jaya di peringkat dua di dunia, Pulau Kalimantan menduduki peringkat tiga di dunia dan Pulau Sumatra menduduki peringkat enam di dunia. Ketiga pulau ini menyimpan kekayaan alam yang luar biasa besar namun justru dikelola oleh pihak asing dan merugikan penduduk asli di daerah tersebut.

  • Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia
Perairan Indonesia seluas 93.000 km2 dan panjang pantainya sekitar 81.000 km2 atau hampir 25% panjang pantai di seluruh dunia. Status Indonesia ini sudah diakui dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea) yang diratifikasi oleh negara-negara sedunia.

                                Gambar 1. Perairan Indonesia

  • Lautan Indonesia memiliki terumbu karang terkaya di dunia
Sekitar 18% terumbu karang dunia berada di Indonesia, dengan keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia yaitu terdapat lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis Moluska, dan 1500 jenis udang-udangan.
                             Gambar 2. Terumbu Karang Indonesia

  • Indonesia memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia
Setelah hutan tropis Brazil dan Zaire di Afrika, hutan tropis Indonesia menududuki peringkat ketiga dengan luas 120 juta hektar. Hutan tropis ini tersebar di seluruh Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan tentu sangat bermanfaat untuk meminimalisasi efek global warming. Namun sayang, prestasi yang buruk juga ditorehkan oleh Indonesia dalam Guinness book 2008 sebagai negara yang hutannya paling cepat mengalami kerusakan atau deforestasi.

Gambar 3. Hutan Tropis di Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke tidak ada daerah yang miskin alamnya, semuanya kaya potensi alam seperti bekal yang sudah sengaja diberikan oleh Tuhan pada negeri kita ini. Namun mengapa justru Indonesia menjadi Negara yang miskin? Padahal jumlah kekayaan alam yang dimilikinya tidak akan habis hingga beberapa generasi. Apakah karena manusia Indonesia bodoh? TIDAK..manusia Indonesia tidak bodoh. Pendidikan mereka banyak yang tinggi bahkan hingga ke luar negeri, anak-anak Indonesia banyak yang meraih medali emas olimpiade science internasional, seperti keberhasilan tim SMAN 5 Kota Madiun baru-baru ini yang mengikuti olimpiade tingkat pelajar di International Environmental Project Olympiad (Inepo) 2010 di Kota Istanbul, Turki. Dari 11 emas yang diperebutkan di ajang tersebut, Indonesia mendapat tiga emas, prestasi yang sangat mengagumkan bukan? Lalu jika demikian apa yang salah dari Indonesia yang menyebabkan penduduk Indonesia miskin diantara kekayaan alam yang begitu berlimpah? jawabannya adalah moral manusianya, karena kecerdasan tanpa moral justru akan berujung petaka. Namun moral tanpa kecerdasan tidak akan dapat mencapai kemajuan.

Pendapat ini bisa kita lihat dari pengelolaan kekayaan alam Indonesia yang buruk terutama dari segi pembuatan kebijakan, padahal para pembuat kebiijakan adalah orang-orang terpilih dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan tentu sudah mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat yang memilihnya. Namun, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa “kecerdasan tanpa moral justru akan berujung petaka”, kecerdasan yang dimiliki oleh beberapa pembuat kebijakan di negeri kita ini tidak diiringi dengan moral yang buruk sehingga mereka bertindak sewenang-wenang hanya demi kepentingannya sendiri. Tanpa moral yang baik, mereka dengan mudah menerima suap dari para pemilik kepentingan, investor,dll untuk membuat kebijakan-kebijakan “pesanan”. Lihat saja hutan kita di Kalimantan yang tadinya begitu rimbun kini semakin gundul akibat illegal logging. Tanah-tanah subur di Sumatera yang menjadi bekas penggalian tambang lalu ditinggalkan begitu saja. Bencana alam datang bersaut-sautan karena ulah keserakahan manusia sendiri seperti bencana lumpur Lapindo yang hingga kini semburannya tak kunjung berhenti namun kemudian kasusnya dianggap sebagai bencana nasional karena urusan politis.

Gambar 4. Kerusakan Hutan di Indonesia

Pemerintah Indonesia memang tidak tinggal diam menghadapi masalah-masalah itu, tapi kita lihat kenyataannya mereka berjalan terlalu lama. Semburan Lapindo tidak akan bisa disuruh menunggu, banjir bukanlah suatu hal yang bisa di cancel kedatangannya. Hal ini mengharuskan manusia Indonesia bergerak sendiri dengan kedua tangan dan kakinya, pikiran dan tenaganya untuk memperbaiki keadaan mereka sendiri. Tentunya upaya tersebut harus juga melibatkan hati nurani dan moral serta etika karena bangsa kita adalah bangsa yang beradab sehingga tidak bertindak semaunya.

Selain itu, Indonesia tidak maju karena manusianya belum merasa bangga menjadi orang Indonesia. Saya punya pengalaman tentang hal tersebut di masa awal saya masuk kuliah sekitar tahun 2007-an. Saya adalah orang yang cukup nasionalis dan saya perlihatkan kebanggaan saya menjadi seorang Indonesia melalui alamat email saya banggajadiorangIndonesia@gmail.com . Jika membaca alamat email saya itu, ada orang yang berdecak kagum namun ada juga yang mencemooh “apa yang dibanggain jadi orang Indonesia?” Hmm..mengesalkan memang, kenapa orang-orang seperti itu yang dilahirkan di Indonesia, yang nantinya justru menjadi generasi penerus Indonesia, padahal dilain sisi banyak orang-orang asing yang justru bangga dengan Indonesia dan sangat ingin menjadi Warga Negara Indonesia(WNI), tau alasan mereka? karena mereka menganggap Indonesia ini begitu kaya dengan keeksotisan alamnya yang terbukti dengan ramainya pengunjung pavilion Indonesia (hampir setengah juta pengunjung) dengan Taman Nasional Komodo dan Borobudur di World Expo 2010 Shanghai, China. Indonesia juga kaya dengan beranekaragam budayanya yang mampu membuat para turis jatuh cinta, manusia-manusianya yang ramah dan saling menghargai sehingga membuat mereka merasa betah di Indonesia.

                     Gambar 5. Turis Asing Menyukai Budaya Indonesia

Hal ini berkebalikan dengan keadaan kebanyakan remaja Indonesia saat ini yang sepertinya lebih bangga dengan label western daripada eastern. Mereka merasa lebih merasa bermartabat dengan gaya hidup “sumbangan” dari Negara barat seperti free sex, clubbing, drugs, alcoholic, baju-baju model terbuka, hingga tren anorexia yang sempat dipopulerkan oleh para model barat ketimbang gaya hidup dengan nilai timur yang sarat akan kesopanan dan jauh lebih santun. Padahal guru-guru pendidikan moral kewarganegaraan saat kita duduk dibangku sekolah dulu telah menanamkan nilai-nilai baik yang menjadi karakteristik Indonesia seperti sopan santun, saling menghargai, toleransi, kenapa sekarang bisa dilupakan begitu saja?

Perilaku-perilaku tersebut perlu diubah. Pemerintah perlu memperbaiki kualitas orang-orang di dalam sistem pemerintahannya menjadi lebih Indonesiaism bukan lagi individualism yang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Manusia Indonesia secara keseluruhan pun perlu ditanamkan rasa cinta pada negaranya (nasionalisme). Memang bukan suatu yang instan untuk mengubah itu semua tetapi ini semua tetap harus dilakukan demi mengangkat wibawa Indonesia lagi di mata dunia.

Lalu, bagaimana menumbuhkan rasa bangga menjadi Indonesia? Setiap perbuatan tentu tergantung pada niat. Jadi, yuk..terlebih dahulu kita tumbuhkan niat yang kuat untuk memperbaiki citra Indonesia ini dengan mencintai Indonesia secara keseluruhan karena dengan mencintai, kita tentu akan berusaha memberikan yang terbaik dan tidak akan menyakiti apa yang kita cintai. Bentuk mencintai Indonesia bisa dengan cara mencintai produk-produk Indonesia karena pada kenyataannya produk-produk Indonesia justru lebih digemari oleh orang-orang asing. Lalu kenapa kita tidak?

Gambar 6 dan 7. Drew Barrymore dan Jessica Alba dengan Batik Indonesia

Gambar Setelah itu, nyatakan kecintaan ini pada orang lain dengan publikasi. Sekarang sudah banyak jejaring sosial, blog, mailing list (milis), email, dan berbagai komunitas sosial lainnya yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menceritakan berbagai keindahan dan potensi sumber daya alam dan keramahan manusia Indonesia pada masyarakat Indonesia lainnya dan pada orang-orang asing. Dengan upaya publikasi seperti ini selain menambah tebal rasa cinta kita juga dapat “membuka mata” orang lain terhadap kekayaan Indonesia. Jika sudah bangga, maka tidak akan ada celah bagi Negara lain untuk mengklaim budaya kita seperti Angklung dan Reog Ponorogo yang diklaim oleh Malaysia.

Dengan menciptakan rasa bangga menjadi Indonesia tersebut, nantinya ketika anak cucu kita mendengar seseorang menyebut INDONESIA, tentu tanpa malu mereka akan menjawab “Ya..itu negara saya, Indonesia, yang memiliki taman terumbu karang terindah di dunia, hutan tropis terbesar, kandungan mineral yang kaya dan masih banyak tersembunyi di balik tanahnya. Itu negeri saya, Indonesia, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, pemilik garis laut terpanjang di dunia. Negara dengan jumlah manusianya yang menempati peringkat ke-4 terbesar di dunia. Negara yang kaya akan budaya, ramah tamah penduduknya, hasil buminya yang melimpah ruah, iklim yang bersahabat sehingga tanaman apapun bisa tumbuh di tanah ini.” Tak heran banyak orang menyebut Indonesia adalah “sepotong tanah dari surga”, suatu keindahan yang muncul dari lingkaran bencana. Dengan bukti anugerah kekayaan yang begitu luar biasa tersebut, saya merasa kalimat “alam yang indah” hanya pantas terucap saat kita bicara mengenai Indonesia. Berlebihan? Rasanya tidak..

References:

Wednesday, October 21, 2009

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia – Taufiq Ismail



Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia।



Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia।


1998


namun tidak begitu dengan ku...

Wednesday, October 29, 2008

Nasionalisme baru hadir di daging seorang calon birokrat asal ciomas-

assalamu'alaikum...
bercerita lagi yah djawa..
kali ini tentang sebuah kesadaran yang datang terlambat..
dari dulu emang suka terlambat ci..
kebijakan publik aja jam 1/2 10..
mungkin itu bisa jadi sebuah potret pedih mahasiswa indonesia sebagai penerus bangsa..

suatu hari..
djawa berpikir..
kenapa yah orang2 tu sebel ma indonesia termasuk gw..(pada saat dan kala itu)
apa emang sebegitu menyebalkannyakah indonesia bagi mereka?
apa emang sebegitu tidak berfungsinyakah indonesia bagi mereka?
dulu gw sebagai seorang djawa..menjawab iya..

tapi, setelah banyak belajar(lagi..lagi tumben)di semua pelajaran yang dikasih ma dosen2 tercinta..
gw berpikir(lagi..lagi..lagi..tumben)
djawa ini sudah ditarget n diposisikan untuk lahir di Indonesia sama 4WI..
pasti begitu sayangnya 4WI sama gw makannya gw dikasih tempat yang indah n kaya sumber daya alam..sehingga gw tidak perlu merengek2 lagi sama ma2 untuk minta su2 yang harus beli dari negara lain..
semuanya ada di sini..ap sih yang kga ada..
cwo ganteng aja banyak..(cuma dapetinnya susah)

tapi berkebalikan dengan keindahan2 itu..
indonesia itu skarang udah di rusak..
sama orang2 yang kga cinta sama indonesia dan itu yang juga sempet meracuni gw untuk ikut2an ngeject2 indonesia..

padahal setelah gw berpikir..(???;['-=][;'nxhhzzxx)
sayangnya 4WI sama gw itu(karena dilahirkan di Indonesia)..
juga memberikan gw sebuah tugas suci seputih melati yang harum mewangi yaitu "mbok yo urusen indonesia iki toh nduk!"
gw pun berkata dalam hati..
"oh iya ya..dari dulu gw numpang lahir disini,PuP di tanah indonesia,numpang makan dari hasil usaha pemerintahan indonesia..tapi ko gw malah tak berterima kasih.."
jangankan bikin suatu pengabdian buat bangsa bilang terima kasih ama indonesia aja kg pernah..(pelitt banget dah gw)

sekarang gw jadi berpikir..
indonesia..
indonesia..
sepertinya aku terlahir untuk berkorban buat mu
selain karena faktor nama gw sebagai ibu pertiwi..
tapi juga karena melihat bagaimana banyak orang yang rela mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankanmu..bahkan hanya untuk meraih sebuah pengakuan..sebuah kemerdekaan..sebuah kesempatan untuk mengibarkan sang saka merah putih..
lihat korban2 perjuangan melindas PKI 1945 dulu..
lihat jendral sudirman yg berparas cute pas sakit2 masih ikut berjuang merebut indonesia..
lihat Ir. Soekarno yang berjuang keras membakar semangat bangsa indonesia untuk berjuang..
lihat bung tomo..
lihat bung hatta..

sedangkan..
mari pemirsa..
lihat gw...

hanya "seonggok daging" yg kerjanya males2an..kuliah ja telat..cuci baju aja harus bibi..nyetrika sama bibi..cuci piring sama bibi..
kalo bi2 kaga da..kg prnah ganti baju..
lalu..
apa model kaya gw ini yang bisa dibanggakan oleh indonesia..
nggak..
nggak lah..
nggak oke banget..
kga mecing ma perjuangan pahlawan2 tersebut diatas..

gw musti berubah(lagi2..terlambat)
gw musti jadi seonggok daging kaviar yang patut dibanggakan oleh indonesia..
indonesia harus melihat gw..
bahwa perubahan keadaannya bakal ada di daftar beban2 gw jg(emangnya expense)..
yah kga usah pake bambu runcing d ngelawan amerika..(katro..)
belajar aja yang rajin..
naikin IPK yg sesungguhnya jangan IPK yang palsu..
buatlah kontribusi yang real buat negara ini
apa yang udah diberikan 4WI sama lu itu perlu sebuah perjuangan juga buat memeliharanya...
sering2 d dukung Timnas Indonesia..
pakailah produk2 lokal..(..nebeng iklan(saya prabowo subianto ketua asosiasi pdgng pasar indonesia..)
rajin2 deh ibadah..doain indonesia segera keluar dari keterpurukan..
dengan begitu lu punya kewenangan buat mengantar indonesia ke sebuah cahaya kejayaan seperti yg lalu..
jadilah birokrat yang bersih, efektif dan efisien agar tercipta sebuah good governance..

jika sudah begitu..gw yakin,arwah pahlawan bakal bilang..
"djawa..sumpah lu oke bangett"...
gw yakin akan itu..
...BERUBAAHHHHH...

indonesia..
tanah air ku
tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku..
indonesia kebangsaanku..
bangsa dan tanah airku..
marilah kita berseru
indonesia bersatu..
hiduplah tanahku
hiduplah negeriku
bangsaku
rakyatku
semuanya..
bangunlah jiwanya
bangunlah badannya
untuk indonesia raya..
indonesia raya merdeka merdeka
tanahku negeriku yang kucinta..
indonesia raya merdeka..merdeka..
HIDUPLAH INDONESIA RAYA....







semoga lagu ini bisa bergaung di seluruh dunia..(dengan birama 4/4)
dan menjadi sebuah kebanggaan bagi rakyat indonesia..
bukan lagi sebagai suatu sambil lalu dalam upacara sekolah tiap senen..


-Ditulis di labkom gd. E dgn terkadang tersenyum dan terkadang berkaca-kaca-